WAHANANEWS.CO, Jakarta - Satu jam setelah peringatan resmi dikeluarkan, jet-jet tempur Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut pada Minggu (27/4/2025).
Serangan ini menjadi yang ketiga sejak gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah diberlakukan pada akhir November lalu.
Baca Juga:
Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 14 Orang
Dilaporkan oleh The Associated Press pada Senin (28/4/2025), militer Israel dalam pernyataannya menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan rudal berpemandu presisi milik kelompok militan Hizbullah.
"Penyimpanan semacam itu melanggar perjanjian yang disepakati untuk mengakhiri perang Israel-Hizbullah," tegas pihak militer Israel.
Ledakan hebat mengguncang wilayah tersebut, memunculkan asap hitam pekat yang menjulang tinggi ke udara. Serangan menghantam sebuah bangunan yang menyerupai tenda logam di antara dua gedung lainnya.
Baca Juga:
Enam Pasukan Perdamaian PBB Gugur di Lebanon, TNI dan Prancis Jadi Korban
Tiga bom dijatuhkan, dan dua truk ditemukan hangus serta hancur di dalam hanggar.
Sebelumnya, militer Israel telah mengumumkan rencana serangan melalui peringatan resmi, menyatakan bahwa mereka akan menargetkan fasilitas Hizbullah di daerah Hadath.
Mereka mendesak penduduk untuk menjauh setidaknya 300 meter dari lokasi sebelum serangan dilakukan. Dua tembakan peringatan dilepaskan setelah pengumuman tersebut.