WAHANANEWS.CO, Jakarta - Otoritas Jepang pada Senin (11/8/2025) mengeluarkan imbauan darurat kepada jutaan warga di wilayah barat daya untuk segera mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul hujan deras yang memicu banjir besar dan longsor di sejumlah daerah, sebagaimana dilaporkan oleh CNA dan The Straits Times.
Baca Juga:
Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, 41 Desa Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi
Bencana hidrometeorologi tersebut telah mengakibatkan kerusakan parah di beberapa wilayah serta menimbulkan korban hilang.
Tayangan televisi nasional memperlihatkan pemandangan memilukan: rumah-rumah, toko-toko, dan kendaraan terendam air setinggi sekitar satu meter.
Luapan sungai tidak hanya menghanyutkan kendaraan, tetapi juga memutus akses jalan di daerah terdampak.
Baca Juga:
BMKG: Risiko Banjir Jakarta Meningkat Jadi Dua hingga Tiga Kali Lipat
Di Kota Tamana, Prefektur Kumamoto, tercatat curah hujan mencapai lebih dari 37 sentimeter hanya dalam waktu enam jam angka ini menjadi rekor tertinggi yang pernah dicatat di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi Jepang mengingatkan bahwa kondisi ini “sangat mengancam nyawa” dan menyerukan kewaspadaan maksimal.
Evakuasi dianjurkan bagi lebih dari tiga juta penduduk di barat daya Jepang, termasuk sekitar 384.000 warga di Kumamoto yang berada dalam status peringatan evakuasi serius.