WAHANANEWS.CO, Jakarta - Simbol diplomatik Amerika Serikat di Arab Saudi dihantam serangan drone yang diduga dilancarkan Iran, memicu ketegangan baru dan menjadi pukulan memalukan bagi Washington di tengah konflik yang terus membesar.
Otoritas Arab Saudi melaporkan insiden “kebakaran terbatas” di Kedutaan Besar AS di Riyadh setelah fasilitas tersebut dihantam dua drone pada Selasa (3/3/2026).
Baca Juga:
Polri Hormati Putusan MK soal Obstruction of Justice, Frasa Multitafsir Dihapus
"Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil pada bangunan," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Arab Saudi.
Serangan terhadap fasilitas diplomatik tersebut langsung memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan pembalasan akan segera diumumkan.
“Dalam reaksi pertamanya terhadap serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh, Presiden Trump mengatakan kepada saya, ‘Anda akan segera tahu,’ apa pembalasannya,” tulis reporter NewsNation Kellie Meyer dalam unggahannya di X usai berbicara via telepon dengan Trump.
Baca Juga:
Ahli DPR di MK: Jabatan Sipil untuk Prajurit TNI Konstitusional
Pernyataan itu muncul setelah Kementerian Pertahanan Arab Saudi memastikan serangan dua drone menyebabkan kebakaran terbatas serta kerusakan kecil pada bangunan kedutaan.
Sebagai langkah antisipasi, Amerika Serikat dilaporkan memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan 15 pesawat pengisian bahan bakar tambahan yang memungkinkan jet tempur melakukan pengisian di udara tanpa perlu mendarat.
Pesawat-pesawat pengisian bahan bakar tersebut disebut turut dikawal jet tempur, meskipun tidak disebutkan jumlah pasti armada tempur yang dikerahkan.
Di sisi lain, otoritas AS mengeluarkan imbauan darurat kepada warga negaranya di Arab Saudi untuk segera berlindung dan membatasi aktivitas.
“Misi AS untuk Arab Saudi telah mengeluarkan pemberitahuan untuk berlindung di tempat untuk Jeddah, Riyadh, dan Dhahran dan membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer mana pun di wilayah tersebut – kami merekomendasikan warga negara Amerika di Kerajaan untuk segera berlindung di tempat dan menghindari Kedutaan Besar sampai pemberitahuan lebih lanjut karena serangan terhadap fasilitas tersebut,” kata pihak kedutaan dalam unggahan media sosialnya.
Pihak berwenang Saudi kembali menegaskan bahwa insiden tersebut hanya menyebabkan kebakaran terbatas serta kerusakan kecil pada bangunan, namun eskalasi politik dan militer akibat serangan itu terus berkembang.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]