Selain kapal berbendera Iran, terdapat pula kapal milik perusahaan yang beralamat di China serta kapal dengan tujuan akhir India.
Sejumlah kapal bahkan memilih rute berbeda dengan berlayar lebih dekat ke wilayah Iran untuk menghindari risiko serangan.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
Kapal tanker berbendera Pakistan misalnya terdeteksi mengambil jalur dekat pantai Iran pada Sabtu (15/3/2026).
Iran juga menegaskan bahwa tidak semua kapal diperbolehkan melintas di jalur strategis tersebut.
“Kami berada dalam keadaan perang dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal musuh melintas,” tegas Araghchi pada Rabu (25/3/2026).
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
Ia menyebut kapal yang terkait dengan Amerika Serikat, Israel, serta negara tertentu di kawasan Teluk tidak akan diberikan izin.
Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Iran di forum internasional bahwa hanya kapal non-hostile yang boleh melintas dengan koordinasi.
Sementara itu, kondisi ini berdampak langsung pada Indonesia yang hingga kini belum mendapatkan akses penuh.