“Banyak pemilik kapal telah menghubungi kami untuk memastikan keselamatan pelayaran mereka,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Ia menyebut bahwa negara-negara yang dianggap bersahabat tetap diberi akses melintas dengan pengawalan.
Baca Juga:
Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Tapi Syaratnya Bikin Dunia Deg-degan
“Untuk sejumlah negara yang kami anggap bersahabat, angkatan bersenjata kami telah memberikan pengawalan secara aman,” tambahnya.
Beberapa negara yang disebut telah memperoleh akses antara lain China, Rusia, Pakistan, Irak, India, hingga Bangladesh.
Data pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz anjlok drastis sejak konflik berlangsung.
Baca Juga:
Peti di Maro Sebo Semakin Merajalela, Siapa Sosok Genjer Disebut Seorang Pemain Besar
Sepanjang bulan ini, hanya sekitar 99 kapal yang melintas atau rata-rata lima hingga enam kapal per hari.
Angka tersebut jauh di bawah kondisi normal sebelum perang yang mencapai sekitar 138 kapal per hari.
Analisis menunjukkan sebagian besar kapal yang masih beroperasi memiliki keterkaitan dengan Iran.