Kala itu, Trump juga mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa alias Brexit.
Uni Eropa melihat AS semakin bergerak menjauh dari bloknya.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Kini, Uni Eropa pun berang karena AS menggandeng Inggris untuk menjalin kerjasama kapal selam bertenaga nuklir dengan Australia di bawah perjanjian AUKUS.
Tujuan utama mereka memang membendung kekuatan China di kawasan.
Namun, ternyata, kesepakatan itu melukai Prancis yang merasa dikhianati.
Baca Juga:
Apresiasi Importir Australia, Pemerintah Indonesia Serahkan Primaduta Award 2024
Pasalnya, sebelum AUKUS disepakati, Australia menangguhkan perjanjian kerjasama kapal selam dengan Prancis.
Dalam tulisannya di The Washington Post, seorang pakar politik Amerika dari Princeton University, Sophie Meunier, mengatakan bahwa kesepakatan AUKUS ini mencabik kepercayaan Prancis.
"Banyak pihak di Prancis melihat kesepakatan kapal selam AUKUS sebagai konfirmasi bahwa AS memang tak lagi dapat dipercaya, bahkan setelah era Trump," tulis Meunier.