Kala itu, Trump juga mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa alias Brexit.
Uni Eropa melihat AS semakin bergerak menjauh dari bloknya.
Baca Juga:
Petugas Satwa Gerebek Peternakan Kecoa Ilegal Rp2,5 Miliar, 100 Ribu Ekor Disita
Kini, Uni Eropa pun berang karena AS menggandeng Inggris untuk menjalin kerjasama kapal selam bertenaga nuklir dengan Australia di bawah perjanjian AUKUS.
Tujuan utama mereka memang membendung kekuatan China di kawasan.
Namun, ternyata, kesepakatan itu melukai Prancis yang merasa dikhianati.
Baca Juga:
Populasinya Meledak dan Rugikan Negara, Australia Punya Cara Tak Biasa Atasi Ikan Mas
Pasalnya, sebelum AUKUS disepakati, Australia menangguhkan perjanjian kerjasama kapal selam dengan Prancis.
Dalam tulisannya di The Washington Post, seorang pakar politik Amerika dari Princeton University, Sophie Meunier, mengatakan bahwa kesepakatan AUKUS ini mencabik kepercayaan Prancis.
"Banyak pihak di Prancis melihat kesepakatan kapal selam AUKUS sebagai konfirmasi bahwa AS memang tak lagi dapat dipercaya, bahkan setelah era Trump," tulis Meunier.