Direktur Institut Austria untuk Kebijakan Eropa dan Keamanan, Velina Tchakarova, juga mengamini anggapan ini, karena AS lebih memilih bekerja sama dengan Inggris, yang baru saja keluar dari Uni Eropa.
"Kenyataan bahwa AS lebih ingin menghabiskan modal politik dan investasi keamanan juga hubungan pertahanan dengan Inggris dan Australia sebelum menghubungi Uni Eropa sangat menunjukkan sikap [AS] itu," ucap Velina Tchakarova.
Baca Juga:
Hadir di Indonesia, BrainEye Bakal Jadi Solusi Kesehatan Otak Berbasis Teknologi AI
Tchakarova menganggap, seharusnya Uni Eropa lah yang bekerja lebih keras membawa pengaruh di kawasan agar bisa diperhitungkan di panggung dunia.
"Jelas bahwa Uni Eropa harus menjadi aktor keamanan di Indo-Pasifik terlebih dulu agar dapat dianggap serius oleh rekan-rekan mereka di Anglosphere," katanya. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.