Namun demikian, Unit Ekspedisi Marinir pada dasarnya memiliki peran multifungsi yang tidak terbatas pada operasi tempur.
Selain pendaratan amfibi, unit ini juga memiliki kemampuan dalam pengamanan kedutaan besar, evakuasi warga sipil, serta operasi bantuan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Baca Juga:
Makan Malam Elite Berubah Mencekam, Trump dan JD Vance Dievakuasi
Laporan mengenai pengerahan pasukan ini pertama kali diungkap oleh The Wall Street Journal yang mengutip data pemantauan militer dan citra satelit.
Berdasarkan citra satelit tersebut, USS Tripoli sebelumnya terlihat berada di kawasan Samudra Pasifik selama beberapa hari sebelum bergerak menuju arah barat.
Pada pemantauan terbaru, kapal tersebut terdeteksi berlayar sendirian di sekitar perairan dekat Taiwan.
Baca Juga:
Rusia Tuduh AS Kejar Minyak di Balik Intervensi Venezuela dan Iran
Dengan posisi itu, kapal serbu amfibi tersebut diperkirakan baru akan mencapai wilayah perairan dekat Iran dalam waktu lebih dari satu minggu ke depan.
Awal pekan ini, Angkatan Laut Amerika Serikat tercatat memiliki sedikitnya 12 kapal perang yang beroperasi di Laut Arab.
Armada tersebut termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln serta delapan kapal perusak yang telah lebih dulu ditempatkan di kawasan tersebut.