Apabila USS Tripoli bergabung dengan armada tersebut, kapal ini akan menjadi kapal terbesar kedua setelah USS Abraham Lincoln di wilayah operasi tersebut.
Meski demikian, jumlah pasti personel militer Amerika Serikat yang saat ini berada di Timur Tengah tidak diungkapkan secara terbuka.
Baca Juga:
Washington Buru Pemimpin Baru Iran, Siapkan Hadiah Fantastis Rp169 Miliar
Sebagai gambaran, Pangkalan Udara Al-Udeid yang merupakan salah satu fasilitas militer terbesar Amerika Serikat di kawasan itu biasanya menampung sekitar 8.000 personel militer.
Sementara itu, sejumlah analis menilai Amerika Serikat memasuki konflik bersenjata dengan Iran tanpa persiapan strategi yang benar-benar matang.
Perang yang telah berlangsung selama sekitar dua pekan ini bahkan dinilai mulai melebar dan berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik yang lebih luas.
Baca Juga:
Krisis Iran Merambah ke Arah Tidak Menentu, Analis Beberkan 3 Skenario Akhir Perang di Arab
Washington disebut terlalu optimistis dalam memperkirakan jalannya perang sehingga gagal mengantisipasi berbagai bentuk serangan balasan dari Teheran.
“AS memasuki perang tanpa persiapan, didorong oleh banyak angan-angan dan bukan oleh strategi yang dipikirkan dengan baik,” ujar Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez.
Penilaian tersebut disampaikan Vaez saat menyoroti berbagai perkembangan konflik yang menunjukkan ketidaksiapan Washington menghadapi perang asimetris yang dilancarkan Iran.