Pernyataan itu muncul setelah dirinya bersama Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara terpisah tanpa pertemuan langsung, yang mencakup penghentian konflik serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup akibat eskalasi konflik.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, sehingga penutupannya berdampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Baca Juga:
Serangan Ubur-ubur Impes di Pantai Sepanjang, Wisatawan Jadi Korban
Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) juga telah memperingatkan bahwa cadangan minyak global berada dalam tekanan akibat konflik yang berlangsung dan gangguan distribusi dari kawasan tersebut.
AS bersama negara-negara anggota IEA sempat melepas cadangan minyak strategis hingga ratusan juta barel untuk menstabilkan pasar, namun kekhawatiran terhadap kelangkaan pasokan masih terus berlanjut.
[Redaksi: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.