Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada Jumat (28/2/2025).
Serangan tersebut menurut pemerintah Iran menewaskan hampir 1.300 orang termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta ratusan siswi.
Baca Juga:
Kamboja Minta Dialog Perbatasan dengan Thailand Dipindahkan ke Kuala Lumpur
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Iran juga dilaporkan menutup Selat Hormuz sejak Sabtu (1/3/2025) yang merupakan jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.
Selat tersebut menangani sekitar 20 juta barel minyak per hari serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global yang sebagian besar menuju pasar Asia.
Baca Juga:
Konflik Perbatasan Kamboja-Thailand Tewaskan 18 Warga Sipil
"Setiap upaya Iran untuk mengganggu pengiriman energi akan memicu respons 20 kali lebih keras daripada serangan AS sebelumnya," kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Teheran, Senin (9/3/2025).
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.