WAHANANEWS.CO, Jakarta - Militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara besar-besaran terhadap armada kapal Iran yang terdeteksi tengah menyebarkan ranjau laut di Selat Hormuz.
Langkah agresif Teheran ini memicu reaksi keras dari Washington yang memerintahkan penghancuran segera terhadap seluruh aset yang terlibat dalam sabotase jalur minyak dunia tersebut.
Baca Juga:
Trump Panik Soal Ranjau Iran di Selat Hormuz, Ancam Serangan Militer Besar
Melansir CNBC Indonesia, Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis rekaman yang menunjukkan jet tempur mereka menghancurkan kapal-kapal kecil Iran di bawah kegelapan malam pada Selasa.
Pentagon mengonfirmasi bahwa unit intelijen telah mendeteksi pengerahan kapal-kapal cepat milik rezim yang membawa muatan bahan peledak berbahaya.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memberikan konfirmasi resmi terkait jumlah kapal yang berhasil dilumpuhkan dalam operasi tersebut. "Enam belas kapal angkatan laut telah dieliminasi," tegas Hegseth melalui pernyataan resminya dikutip AFP, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga:
Krisis Energi Menghantam, Thailand Wajibkan PNS WFH dan Hindari Gunakan Lift
Strategi Baru Iran
Strategi baru Iran ini melibatkan penggunaan kapal-kapal kecil yang sulit terdeteksi radar untuk menaruh ranjau di jalur navigasi utama. Kapal-kapal ini dilaporkan mampu membawa dua hingga tiga ranjau sekaligus, yang dirancang untuk meledakkan tanker minyak raksasa yang melintas di selat sempit tersebut.
Iran sendiri diperkirakan memiliki persediaan ranjau laut antara 2.000 hingga 6.000 unit, termasuk varian buatan China dan Rusia. Langkah Iran ini secara efektif mengancam aliran 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia yang melintasi Selat Hormuz setiap harinya.