Akibat pengerahan ranjau ini, puluhan kapal tanker dari Eropa, China, India, hingga Jepang kini terpaksa berhenti dan membuang jangkar di lepas pantai Dubai serta Oman. Pentagon kini tengah mengkaji opsi untuk mengerahkan pengawalan militer langsung bagi kapal-kapal komersial.
Ultimatum Keras Trump
Baca Juga:
Trump Panik Soal Ranjau Iran di Selat Hormuz, Ancam Serangan Militer Besar
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump langsung mengeluarkan ultimatum keras melalui akun Truth Social miliknya. Ia mengancam konsekuensi besar bagi Iran.
"Jika karena alasan apa pun ranjau ditempatkan, dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya," ancamnya.
Meskipun intelijen telah memberikan bukti visual, Trump sempat memberikan pernyataan bahwa AS masih memantau keakuratan data tersebut di lapangan. Namun, ia tetap memberikan pilihan bagi Iran untuk mundur sebelum konfrontasi semakin meluas.
Baca Juga:
Krisis Energi Menghantam, Thailand Wajibkan PNS WFH dan Hindari Gunakan Lift
"Jika, di sisi lain, mereka menyingkirkan apa yang mungkin telah ditempatkan, itu akan menjadi langkah raksasa ke arah yang benar!" tambah Trump dalam unggahannya.
Respons Iran
Di sisi lain, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani menyatakan bahwa pihak Teheran tidak akan mundur sedikitpun dari strategi pertahanan mereka. Ia malah mengancam balik AS.