Biro Manajemen Darurat Kabupaten Qinyuan menyebut sebanyak 400 hingga 500 personel dikerahkan untuk melakukan operasi penyelamatan bawah tanah. Para pejabat tingkat provinsi juga telah tiba di lokasi kejadian.
Menurut laporan CNN International, pihak perusahaan pengelola tambang, Shanxi Tongzhou Group Liushenyu Coal Industry, mengaku belum mengetahui detail insiden tersebut.
Baca Juga:
Harga Patokan Ekspor Konsentrat Tembaga Naik pada Paruh Kedua Maret 2026
"Saya tidak mengetahui situasinya," kata petugas yang menerima telepon sebelum mengakhiri sambungan.
China masih sangat bergantung pada batu bara sebagai sumber energi utama meskipun pemerintah terus mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Provinsi Shanxi sendiri menyumbang lebih dari seperempat total produksi batu bara nasional.
Baca Juga:
HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik pada Periode Kedua Februari 2026
Industri tambang batu bara di China juga dikenal memiliki catatan keselamatan kerja yang buruk. Meski standar keamanan disebut meningkat sejak awal 2000-an, kecelakaan fatal masih kerap terjadi.
Pada 2023 lalu, sebanyak 53 pekerja tewas akibat runtuhnya tambang di Mongolia Dalam, menurut laporan media pemerintah China.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.