WahanaNews.co | Luc Martinez menghadapi tuntutan penipuan seni karena diduga berkonspirasi menyembunyikan asal usul harta arkeologi Mesir.
Jean-Luc Martinez didakwa pada Rabu (25/5) waktu setempat setelah dibawa untuk diinterogasi bersama dengan dua spesialis seni Mesir asal Prancis.
Baca Juga:
Misteri Penganiayaan Roy Erwin Sagala: Polisi Periksa Rekaman CCTV di Gudang Wahyu Daniel Sagala
Namun kedua spesialis itu tidak terjerat tuntutan dan berstatus sebagai saksi seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/5/22).
Kasus ini bermula pada Juli 2018, dua tahun setelah cabang Louvre di Abu Dhabi membeli prasasti granit merah muda langka yang menggambarkan firaun Tutankhamun dan empat karya bersejarah lainnya seharga delapan juta euro.
Jean-Luc Martinez, yang mengelola Louvre Paris dari 2013 hingga 2021, dituduh menutup mata terhadap sertifikat palsu untuk karya-karya tersebut.
Baca Juga:
Uni Eropa Mulai Investigasi TikTok, Apa Alasannya?
Sehingga hal itu dinilai sebagai sebuah penipuan dan dinilai melibatkan beberapa pakar seni lainnya, menurut sebuah laporan mingguan investigasi Canard Enchaine.
Jean telah didakwa dengan keterlibatan dalam penipuan dan menyembunyikan asal karya kriminal yang diperoleh dengan dukungan palsu.
Langkah itu dilakukan setelah pemilik galeri Jerman-Lebanon yang menjadi perantara penjualan itu ditangkap di Hamburg pada Maret 2022 dan diekstradisi ke Paris untuk diinterogasi dalam kasus tersebut.