Sebaliknya UEA telah membuka kedutaannya di Damaskus dan melakukan normalisasi hubungan dengan Suriah.
Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed, mengunjungi Damaskus dan bertemu Presiden Bashar al-Assad pada 9 November lalu.
Baca Juga:
Dua Kapal Induk AS Kepung Timur Tengah, Trump Heran Iran Tak Menyerah
Akan tetapi, kini Turki-UEA seperti melupakan perbedaan sikap dan pendapat atas sejumlah isu tersebut.
Kedua negara itu memilih berkolaborasi.
UEA bahkan mengumumkan pembentukan kotak investasi dengan modal 10 miliar dollar AS untuk mendukung penanaman investasi di Turki.
Baca Juga:
Menlu Iran Tuding Israel Bebas Perkuat Militer, Tekan Negara Lain
Turki-UEA pun terakhir ini juga menemukan banyak titik temu kepentingan dalam sejumlah isu, seperti sama-sama mendukung pelaksanaan pemilu parlemen dan presiden di Libya, serta sama-sama mendukung proses peralihan kekuasan dari militer ke sipil di Sudan.
Pandemi Covid-19, yang menghantam perekonomian Turki dan UEA, semakin menyadarkan kedua negara tersebut tentang pentingnya untuk semakin memperkuat kerja sama ekonomi dalam upaya menyelamatkan ekonomi kedua negara itu.
Turki juga terus melakukan proses normalisasi hubungan dengan Arab Saudi dan Mesir.