Ayah dari salah satu korban, Mohammed, mengatakan kepada AFP bahwa keluarga kehilangan kontak dengan kedua remaja itu sekitar “satu atau dua jam” setelah pasukan Israel masuk ke Judeira, dan baru mengetahui kematian mereka pada Jumat pagi (7/11/2025).
Sebelumnya, pada Rabu (5/11/2025), pasukan Israel juga menembak mati seorang remaja Palestina lain yang diklaim melemparkan alat peledak ke arah tentara di wilayah Tepi Barat.
Baca Juga:
Prabowo Tegas Dukung Solusi Dua Negara, Alwi Bantah Isu Pengkhianatan
Sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023, eskalasi kekerasan di Tepi Barat meningkat tajam. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, sedikitnya 1.001 warga Palestina — termasuk militan — tewas di tangan tentara dan pemukim Israel di wilayah itu.
Dalam periode yang sama, sedikitnya 43 warga Israel, termasuk tentara, juga dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan warga Palestina di Tepi Barat.
Baca Juga:
Hamas Desak Dunia Internasional Bertindak atas Dugaan Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.