”Tidak ada alasan untuk berbicara dengan AS berdasarkan apa pun, kita hanya bicara pada AS dengan kekuatan dan aksi-aksi,” demikian isi tajuk lain pada The Global Times, edisi 9 November 2021.
Baca Juga:
China Klaim Sebagai Negara Teraman di Dunia
Menelaah ”Tirai Bambu”
Bagi China, garisannya amat jelas.
Tidak ada unsur AS yang harus dipertimbangan untuk urusan teritori China dan teritori peyangga?
Baca Juga:
Inflasi China Tembus Rekor Dalam 2 Tahun, Gegara Daging Babi?
Asia kini ada di tangan Asia, dengan China sebagai penentu secara de facto.
Lalu bagaimana Asia non-China membahas strategi keamanan dalam arti bebas dari dominasi China dan bebas dari isu-isu kedaulatannya terkait Laut China Selatan, sebagai contoh?
Polemik China dengan Asia soal kedaulatan wilayah, tidak lagi semata-mata soal kecemburuan China akibat AS masih hadir di wilayah Asia.