Fletcher menekankan bahwa penderitaan paling parah justru dialami kelompok rentan: anak-anak, orang tua, dan perempuan.
Menurutnya, krisis ini membuat keluarga dipaksa membuat keputusan mustahil.
Baca Juga:
Trump Tarik Amerika Serikat dari WHO, Pakar Nilai Risiko Kesehatan Dunia Meningkat
"Memaksa orang tua untuk memilih anak mana yang akan diberi makan, yang memaksa orang mempertaruhkan nyawa mereka untuk mencari makanan," ucapnya dengan nada prihatin.
Ia pun menyerukan langkah konkret dari komunitas internasional.
"Cukup sudah, gencatan senjata, buka semua jalur penyeberangan, utara dan selatan. Izinkan penyaluran makanan dan pasokan lainnya tanpa hambatan dan dalam skala besar yang dibutuhkan, akhiri aksi pembalasan," kata Fletcher.
Baca Juga:
Mundurnya AS Ubah Peta Global, China Fokus Pengaruh Terukur
Meski ia mengakui bahwa banyak nyawa sudah terlanjur hilang, Fletcher menekankan bahwa masih ada kesempatan menyelamatkan warga Gaza lainnya.
"Sudah terlambat bagi banyak orang. Tetapi tidak bagi semua orang di Gaza," ujarnya, dikutip dari Anadolu.
Pernyataan Fletcher ini muncul setelah Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) resmi mengonfirmasi status kelaparan di Kegubernuran Gaza.