Salih menggambarkan Kakuma sebagai simbol transformasi dan inovasi, yang mengirimkan pesan kuat bahwa pengungsi berhak hidup bermartabat dan berkontribusi bagi masyarakat.
Meski demikian, krisis pendanaan global dinilai mengancam keselamatan para pengungsi dan berpotensi menghambat bahkan membalikkan berbagai kemajuan yang telah dicapai.
Baca Juga:
Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Digeledah KPK
Oleh sebab itu, Salih mendorong para pelaku pembangunan dan lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan dukungan terhadap implementasi Rencana Shirika.
Ia juga mengajak para donor serta sektor swasta untuk turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut.
Rencana Shirika diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi pengungsi, sekaligus memastikan mereka dapat hidup secara aman, mandiri, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Trump Tarik AS dari 66 Organisasi Internasional dalam Satu Dekrit
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.