Salih menggambarkan Kakuma sebagai simbol transformasi dan inovasi, yang mengirimkan pesan kuat bahwa pengungsi berhak hidup bermartabat dan berkontribusi bagi masyarakat.
Meski demikian, krisis pendanaan global dinilai mengancam keselamatan para pengungsi dan berpotensi menghambat bahkan membalikkan berbagai kemajuan yang telah dicapai.
Baca Juga:
Trump Tarik Amerika Serikat dari WHO, Pakar Nilai Risiko Kesehatan Dunia Meningkat
Oleh sebab itu, Salih mendorong para pelaku pembangunan dan lembaga keuangan internasional untuk meningkatkan dukungan terhadap implementasi Rencana Shirika.
Ia juga mengajak para donor serta sektor swasta untuk turut berperan aktif dalam mendukung program tersebut.
Rencana Shirika diharapkan mampu menghadirkan solusi jangka panjang bagi pengungsi, sekaligus memastikan mereka dapat hidup secara aman, mandiri, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Mundurnya AS Ubah Peta Global, China Fokus Pengaruh Terukur
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.