Pelaku penembakan dilaporkan seorang pria berusia 31 tahun asal California yang diduga bertindak sendiri dengan membawa beberapa senjata.
Penyelidikan awal mengindikasikan pelaku tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kelompok tertentu.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
“Sepertinya dia tinggal di California, dan dia orang sakit, sangat sakit,” ujar Trump.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Dinas Rahasia sempat terkena tembakan dari jarak dekat.
Namun, nyawanya berhasil diselamatkan karena mengenakan rompi antipeluru yang menahan dampak tembakan.
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
“Ia ditembak dari jarak sangat dekat dengan senjata yang sangat kuat, dan rompi itu berfungsi. Saya baru saja berbicara dengannya, dan kondisinya sangat baik,” kata Trump.
Kasus ini kini ditangani oleh sejumlah lembaga penegak hukum termasuk FBI yang tengah mendalami motif pelaku dan kemungkinan ancaman lanjutan.
Trump juga mengisyaratkan bahwa dirinya mungkin menjadi target dalam peristiwa tersebut.