Konflik ini dimulai pada masa akhir Republik Romawi sekitar abad pertama sebelum Masehi dan terus berlanjut hingga era Kekaisaran Bizantium pada abad ke-7 Masehi.
Di pihak Persia, perang panjang tersebut melibatkan dua dinasti besar yakni Parthia dan Sassaniyah yang silih berganti menghadapi kekuatan Romawi.
Baca Juga:
Ditengah Perang AS-Israel, Warga Iran Berusaha Jalani Hidup Seperti Biasa
Durasi keseluruhan konflik bahkan mencapai sekitar 682 tahun, dimulai dari 54 sebelum Masehi hingga 628 Masehi.
Perang Romawi–Persia sendiri merupakan rangkaian konflik terputus-putus yang terutama berpusat pada perebutan wilayah Mesopotamia dan Armenia serta jalur perdagangan strategis yang menghubungkan berbagai kawasan penting dunia kuno.
Namun ironisnya, perang berkepanjangan tersebut pada akhirnya melemahkan kedua imperium sekaligus, sehingga membuka jalan bagi munculnya kekuatan baru di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Ambisi, ketakutan, dan keserakahan menjadi motif utama yang memicu konflik panjang antara dua kekaisaran besar itu.
“Perang melawan Persia adalah kesempatan meraih kejayaan politik,” demikian pandangan yang diyakini banyak jenderal Romawi pada masa itu.
Ambisi tersebut terlihat jelas ketika Marcus Licinius Crassus memutuskan menyerang Persia pada 53 sebelum Masehi dengan harapan dapat menyaingi ketenaran rivalnya, Julius Caesar dan Pompey.