Kota-kota di wilayah perbatasan berkali-kali hancur akibat peperangan lalu dibangun kembali.
Tentara dalam jumlah besar terus dikerahkan sementara para kaisar dan raja silih berganti melancarkan ekspedisi militer mahal yang memakan banyak korban.
Baca Juga:
Ditengah Perang AS-Israel, Warga Iran Berusaha Jalani Hidup Seperti Biasa
Meski demikian, setelah lebih dari enam abad perang, perubahan wilayah permanen yang benar-benar signifikan hampir tidak terjadi.
Perbatasan antara Romawi dan Persia sebagian besar tetap berada di kawasan Sungai Efrat dan Mesopotamia utara.
Babak terakhir konflik besar ini terjadi pada awal abad ke-7 ketika perang besar kembali meletus antara Bizantium dan Persia.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Raja Persia Khusro II sempat menaklukkan wilayah luas dari Suriah hingga Mesir.
Namun Kaisar Bizantium Heraclius kemudian melancarkan serangan balik dan menghancurkan pasukan Persia pada 627 Masehi.
Perang besar tersebut menguras kekuatan kedua imperium secara drastis.