Namun ekspedisi militer itu justru berakhir dengan bencana besar di Carrhae setelah pasukan Romawi dihancurkan oleh kavaleri Parthia.
“Ribuan tentara tewas atau ditangkap, sementara Crassus sendiri terbunuh,” demikian tercatat dalam berbagai catatan sejarah mengenai pertempuran tersebut.
Baca Juga:
Ditengah Perang AS-Israel, Warga Iran Berusaha Jalani Hidup Seperti Biasa
Selain ambisi pribadi para jenderal, faktor keamanan dan kekayaan juga menjadi alasan utama konflik berkepanjangan itu.
Mesopotamia pada masa itu dikenal sebagai salah satu wilayah paling makmur di dunia kuno dengan lahan pertanian subur serta jaringan kota dagang yang berkembang pesat.
Menguasai kawasan tersebut berarti mengendalikan jalur perdagangan penting sekaligus sumber daya ekonomi yang sangat besar.
Baca Juga:
Mengejutkan! Perancis Sebut Serangan AS-Israel ke Iran Ilegal
Namun karena kekuatan militer Romawi dan Persia relatif seimbang, setiap kemenangan besar sering kali mendorong salah satu pihak memperluas wilayah terlalu jauh.
Kondisi itu pada akhirnya membuat mereka kelelahan secara militer dan ekonomi sehingga memberi kesempatan bagi pihak lawan untuk bangkit kembali.
Selama berabad-abad konflik berlangsung, kedua imperium harus mengeluarkan biaya perang yang sangat besar.