Ekonomi melemah, pasukan militer terkuras, dan wilayah perbatasan menjadi porak-poranda.
Ketika dua kekuatan raksasa itu berada dalam kondisi kelelahan akibat perang panjang, muncul kekuatan baru dari Jazirah Arab.
Baca Juga:
Minta Teheran Telepon AS, Trump Mendadak Lunak ke Iran
Dalam beberapa dekade setelah wafatnya Nabi Muhammad, pasukan Arab berhasil menaklukkan sebagian besar wilayah Persia serta provinsi penting Bizantium seperti Suriah, Palestina, dan Mesir.
Kekaisaran Sassaniyah akhirnya runtuh sepenuhnya pada 651 Masehi.
Sementara Bizantium masih bertahan tetapi kehilangan sebagian besar wilayahnya di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Baca Juga:
AS Buru Pemimpin Milisi Irak, Hadiah Rp 172 Miliar Disiapkan
“Setelah lebih dari 600 tahun perang, pemenangnya justru bukan Romawi maupun Persia,” demikian pelajaran sejarah yang sering disimpulkan para sejarawan.
Kemenangan akhirnya justru diraih oleh kekuatan baru yang muncul ketika kedua imperium itu telah kelelahan oleh konflik panjang, yakni bangsa Arab di bawah Kekhalifahan Islam.
Sejarah panjang konflik Romawi dan Persia itu pun menjadi pelajaran klasik dalam geopolitik dunia.