Melihat dampak perubahan iklim yang berbeda antarwilayah, maka pemicu migrasi juga berbeda-beda.
Misalnya, di wilayah Sub-Sahara Afrika, migrasi didorong oleh kondisi lingkungan berupa lahan kering dan pesisir yang rentan terhadap perubahan iklim.
Baca Juga:
IKN Dikepung Banjir Awal 2026, Mentawir hingga Jalan Nasional Terendam
Sebagian besar masyarakat bergantung pada pertanian yang mengandalkan hujan.
Jika aktivitas ini terganggu, penghidupan masyarakat terancam dan pada akhirnya memilih tempat lain untuk tinggal.
Di Meksiko dan Amerika Tengah, seperti Guatemala, penduduk bermigrasi karena kekeringan dan badai yang disebabkan fenomena El Nino lebih sering terjadi.
Baca Juga:
Lautan Makin Panas, Ilmuwan Peringatkan Ancaman Badai Super Kategori 6
Akibatnya, panen gagal.
Menurut permodelan The New York Times Magazine dan ProPublica, migrasi meningkat setiap tahun di luar faktor kondisi iklim.
Namun, jumlahnya akan meningkat signifikan seiring dengan semakin parahnya dampak perubahan iklim.