Penunjukan Gofman juga mencerminkan upaya lebih luas Netanyahu untuk merombak struktur keamanan Israel setelah serangan 7 Oktober 2023, yang dianggap sebagai kegagalan keamanan terbesar dalam sejarah negara itu.
Sejak saat itu, hampir seluruh jajaran puncak keamanan Israel telah mengundurkan diri, diberhentikan, atau menyelesaikan masa tugasnya, termasuk menteri pertahanan, kepala staf militer, serta pimpinan intelijen militer dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet.
Baca Juga:
Pengamat Militer: Kolaborasi Mossad-CIA, Operasi Senyap Jatuhkan Para Pemimpin
Dengan rencana mundurnya Barnea dan pengangkatan Gofman, Netanyahu praktis menjadi satu-satunya pejabat tinggi yang masih menjabat sejak hari terjadinya serangan paling mematikan dalam sejarah Israel tersebut.
Di tengah dinamika ini, perang yang semula diyakini dapat mengubah peta kekuasaan di Iran kini justru menjadi ujian besar, tidak hanya bagi strategi militer Israel, tetapi juga bagi kepemimpinan politik Netanyahu sendiri.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.