Sejumlah sumber lain menyebut hubungan Gofman dengan kedua pejabat senior tersebut sebenarnya telah mengalami ketegangan sejak awal kepemimpinannya di Mossad.
Pemecatan keduanya karena itu juga disebut menjadi bagian dari perombakan lebih luas yang dilakukan Gofman terhadap jajaran pimpinan badan intelijen Israel.
Baca Juga:
Mossad Terlalu Optimis, Realita Perang Iran Tak Sesuai Harapan
Perubahan tersebut terutama berkaitan dengan prioritas baru Mossad dalam menghadapi Iran yang selama ini menjadi salah satu fokus utama operasi intelijen Israel.
Rencana yang kini dipersoalkan dilaporkan mencakup sejumlah skenario untuk mengganti kepemimpinan Iran apabila gerakan menentang pemerintah berkembang di dalam negeri.
Mossad juga disebut sempat berkoordinasi dengan sejumlah pejabat Amerika Serikat mengenai kemungkinan situasi setelah perubahan pemerintahan Iran atau fase yang disebut sebagai "post-regime".
Baca Juga:
Pengamat Militer: Kolaborasi Mossad-CIA, Operasi Senyap Jatuhkan Para Pemimpin
Namun, program tersebut dilaporkan terhenti sejak tahap awal dan tidak berkembang menjadi operasi sebagaimana yang telah direncanakan.
Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas program tersebut selanjutnya disebut dimintai pertanggungjawaban setelah rencana tidak dilanjutkan.
Hingga laporan mengenai pemecatan itu beredar, belum terdapat komentar resmi dari pemerintah Israel maupun Mossad yang mengonfirmasi alasan pemberhentian kedua pejabat senior tersebut.