Pemecatan terbaru terjadi setelah sebelumnya muncul sejumlah laporan mengenai upaya Mossad mendorong perubahan pemerintahan di Iran.
Pada Juni 2026, wakil kepala Mossad yang identitasnya hanya disebut dengan inisial "A" juga diberhentikan oleh Gofman.
Baca Juga:
Mossad Terlalu Optimis, Realita Perang Iran Tak Sesuai Harapan
Sejumlah media Israel mengaitkan pejabat tersebut dengan program yang diarahkan untuk melemahkan pemerintahan Iran.
Namun, sumber di internal Mossad membantah pemberhentian wakil kepala Mossad itu semata-mata terjadi akibat kegagalan operasi yang berkaitan dengan Iran.
Sumber tersebut menyebut pergantian pejabat merupakan bagian dari langkah Gofman membentuk jajaran kepemimpinan baru setelah mengambil alih badan intelijen Israel.
Baca Juga:
Pengamat Militer: Kolaborasi Mossad-CIA, Operasi Senyap Jatuhkan Para Pemimpin
Wacana mengenai perubahan pemerintahan Iran sebelumnya juga pernah disinggung Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu pada Jumat (13/3/2026) mengakui upaya menggulingkan pemerintahan Iran bukan perkara mudah dan keberhasilannya tidak dapat dipastikan.
"Tidak pasti akan terjadi," kata Netanyahu mengenai kemungkinan keberhasilan menjatuhkan pemerintahan Iran.