Insinyur kelautan telah disewa untuk memeriksa restoran terapung sebelum perjalanan. Kata pemiliknya semua persetujuan yang relevan telah diperoleh.
Kapal itu akan tinggal di lokasi yang dirahasiakan sementara menunggu operator baru. Namun, Jumbo Floating Restaurant tenggelam pada hari Minggu di dekat Kepulauan Paracel.
Baca Juga:
Total Armada Capai 165 Kapal, TNI AL Diperkuat 5 KRI di 2024
"Perjalanan Jumbo Floating Restaurant mengalami kondisi buruk dan air mulai masuk ke dalamnya," kata Aberdeen Restaurant Enterprises.
"Kedalaman air di tempat kejadian lebih dari 1.000 meter, sehingga sangat sulit untuk melakukan pekerjaan penyelamatan," tambah dia.
Sementara pandemi adalah tantangan terakhir bagi restoran, Jumbo Floating Restaurant telah menghadapi masalah keuangan selama bertahun-tahun.
Baca Juga:
Tragedi Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan: 7 Tewas, 1 WNI dalam Pencarian
Operator Melco International Development mengatakan bulan lalu bisnisnya tidak menguntungkan sejak 2013 dan mengalami kerugian besar. [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.