Pidatonya yang berjudul Bagaimana Beraninya Taliban Merampas Hak Dasar Saya untuk Pendidikan? itu pun menarik perhatian media.
Baca Juga:
Pj Wali Kota Pontianak Edi Suryanto Fokuskan Pembangunan di Pontianak Timur
Pernah Bekerja sebagai Blogger untuk BBC Urdu
Pada tahun 2008, BBC Urdu ingin meliput pendudukan Taliban Pakistan di Swat melalui sudut pandang seorang siswi.
Pada saat itu, banyak siswa menolak untuk menulis, karena keluarga mereka khawatir tentang potensi risiko yang dapat ditimbulkannya.
Baca Juga:
Trump Ajukan Dua Syarat Untuk Tetap Gabung di WHO
Salah satu koresponden BBC Urdu pun menghubungi Ziauddin Yousafzai, yang merupakan ayah Malala.
Akhirnya, Ziauddin Yousafzai menyarankan agar putrinya bisa menulis untuk mereka.
Para editor di BBC setuju bahwa Malala Yousafzai dapat membuat blog tentang kehidupan sehari-hari warga di bawah rezim Taliban Pakistan.