WahanaNews.co | Amerika Serikat (AS) kebingungan usai memberikan sangsi ekonomi kepada Rusia.
Rupanya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, membalas dengan membuat Amerika Serikat terancam gelap gulita.
Baca Juga:
Negara-negara Ini Mulai Merasakan Dampak dari Sanksi yang Diterima Rusia
Pasalnya, setelah disangsi Amerika Serikat dan Uni Eropa, Putin pun bereaksi dengan menghentikan ekspor uranium ke pasar global.
Sementara listrik Amerika Serikat masih mengandalkan uranium sebagai bahan bakar listriknya.
Dan kebutuhan uranium Amerika Serikat hampir 50 persennya berasal dari Rusia.
Baca Juga:
AS Kendurkan Sanksi, Venezuela Segera Ekspor Minyak Besar-besaran
Sebelumnya Amerika dan Uni Eropa mengembargo impor minyak mentah dan gas alam dari Rusia.
Dilansir dari News Delivers, meski Biden tak mengumumkan larangan impor untuk komoditi uranium, namun adanya pemberhentian ekspor uranium yang dilakukan Rusia membuat masyarakat AS khawatir jika wilayahnya akan mengalami pemadaman listrik bergilir.
Keberadaan uranium sendiri menjadi penting lantaran komoditi ini menjadi salah satu bahan bakar reaktor nuklir.