Di Rumah Sakit Al-Aqsa, seorang koresponden AFP melaporkan bahwa lima jenazah, termasuk tiga yang membawa paspor asing, telah ditemukan di dekatnya.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan menyeluruh pada level tertinggi untuk memahami insiden tragis tersebut, dan mereka juga mengumumkan kerjasama dengan WCK dalam upaya memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina.
Baca Juga:
Israel Bergejolak: 100 Ribu Warga Turun ke Jalan Tolak Serangan ke Gaza
Israel telah mendapat tekanan internasional yang kuat untuk meningkatkan aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setelah enam bulan konflik dan peringatan serius dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai tingkat kelaparan yang mengkhawatirkan di antara 2,4 juta penduduk Gaza.
Sementara itu, Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia mengonfirmasi bahwa mereka sedang mencari konfirmasi terkait laporan kematian seorang pekerja kemanusiaan Australia di Jalur Gaza.
"Laporan ini sungguh sangat menyedihkan. Kami sudah jelaskan soal mendesaknya perlindungan nyawa warga sipil dalam konflik ini," sebut juru bicara Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Pada tanggal 19 Maret lalu laporan yang disetujui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mengingatkan bahwa setengah dari populasi Gaza mengalami tingkat kelaparan yang mencapai taraf "bencana", dan terdapat perkiraan bahwa kemungkinan besar bakal terjadi bencana kelaparan yang parah di wilayah utara Gaza.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.