Secara rinci, Miller juga mengatakan bahwa para pejabat AS terus melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak di Lebanon soal gencatan senjata. Meski begitu, sering kali ini dilakukan melalui perantara.
"Itu masih berlangsung," kata Miller.
Baca Juga:
Langgar Gencatan Senjata, Israel-Hizbullah Saling Serang Lagi
"Saya rasa tidak produktif bagi saya untuk membacanya di depan umum," tambahnya.
Serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon telah mendorong upaya baru oleh beberapa politisi Lebanon untuk mengisi kekosongan presiden selama dua tahun. Sebuah upaya untuk menghidupkan kembali negara yang lumpuh itu saat bergulat dengan konflik yang meningkat.
WahanaNews.co, Jakarta - Seruan Hizbullah untuk gencatan senjata dikomentari Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Lebanon Kian Terancam, Netanyahu Sesumbar Hantam Hizbullah Tanpa Ampun
Washington mengatakan ini menunjukkan kelompok militan tersebut berada dalam posisi yang lemah dan "semakin terpukul".
Hal tersebut dikatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller dalam pengarahan rutin Selasa, (9/10/2024) waktu AS.
Sebelumnya, Wakil Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan kelompok itu mendukung upaya Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, sekutu Hizbullah, untuk mengamankan gencatan senjata, meski tak merinci persyaratan apa pun yang diminta oleh Hizbullah.