Pemerintah AS juga mendesak seluruh warga negaranya yang berada di wilayah tenggara Turkiye agar segera meninggalkan kawasan tersebut demi alasan keamanan.
Pada hari yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan komunikasi langsung dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan untuk menanggapi tudingan tersebut.
Baca Juga:
Çelebi Aviation Resmi Operasi di Kualanamu, Sumut Disiapkan Jadi Pusat Logistik Baru
Dalam percakapan itu, Iran membantah bahwa rudal yang dicegat NATO di wilayah udara Turkiye berasal dari negaranya.
Pangkalan udara Incirlik sendiri merupakan salah satu fasilitas militer NATO paling penting di kawasan tersebut yang telah digunakan oleh pasukan Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Selain personel militer Amerika Serikat, pangkalan tersebut juga menjadi lokasi penempatan pasukan dari beberapa negara sekutu seperti Spanyol dan Polandia.
Baca Juga:
Media Asing Terkejut: Indonesia Jadi ‘Pembeli Besar-besaran’ Jet Tempur Dunia
Militer Amerika Serikat juga memiliki fasilitas penting lain di Turkiye yakni pangkalan Kurecik yang berada di Provinsi Malatya di wilayah tengah negara tersebut.
Pangkalan Kurecik dilengkapi sistem radar peringatan dini yang oleh NATO disebut sebagai elemen penting dalam sistem perisai pertahanan rudal aliansi.
Radar tersebut memiliki kemampuan mendeteksi peluncuran rudal jarak jauh, termasuk yang berasal dari wilayah Iran.