Ia dikenal rendah hati dan jarang tampil di depan publik atau menyampaikan pidato seperti ayahnya, namun disebut memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh kunci di lembaga intelijen dan institusi utama negara.
Kondisi tersebut memperkuat otoritas informal Mojtaba dalam struktur kekuasaan Iran yang selama ini sangat terpusat pada figur Pemimpin Tertinggi.
Baca Juga:
Minta Teheran Telepon AS, Trump Mendadak Lunak ke Iran
Pengaruhnya disebut semakin menguat setelah Ebrahim Raisi menjabat Presiden Iran sebelum dinamika politik kembali berubah.
Kematian Raisi kemudian turut memengaruhi lanskap politik dan dinamika suksesi yang kini kembali menjadi sorotan tajam publik domestik maupun internasional.
Di Iran, posisi Pemimpin Tertinggi atau Rahbar merupakan otoritas tertinggi negara yang mengendalikan lembaga-lembaga utama termasuk militer dan peradilan.
Baca Juga:
AS Buru Pemimpin Milisi Irak, Hadiah Rp 172 Miliar Disiapkan
Sebagai Panglima Tertinggi angkatan bersenjata, Rahbar memiliki kewenangan menentukan arah kebijakan pemerintahan, militer, sosial, dan hubungan luar negeri.
Iran menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia di mana pemimpin agama memegang kekuasaan politik tertinggi dalam struktur kenegaraan.
Peran tersebut kerap disamakan dengan figur Paus di Vatikan yang memegang otoritas keagamaan sekaligus pemerintahan tertinggi.