WAHANANEWS.CO, Jakarta - Nama Seyyed Mojtaba Khamenei mendadak mencuat sebagai kandidat terkuat Pemimpin Tertinggi Iran yang baru setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026).
Dilaporkan sejumlah media Iran termasuk Fars News Agency, Mojtaba disebut-sebut telah dipersiapkan untuk menduduki jabatan tertinggi tersebut di tengah situasi politik yang bergejolak.
Baca Juga:
Ketegangan Memuncak, AS dan Iran Saling Klaim soal Status Selat Hormuz
Dalam serangan di kantornya, Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sekitar 40 komandan senior yang berada di lokasi saat itu.
Anggota keluarganya termasuk putri, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuan juga dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang sama.
Dikutip dari Bhaskar English pada Minggu (1/3/2026), proses persiapan untuk mengangkat Mojtaba sebagai Pemimpin Tertinggi telah dilakukan dalam dua tahun terakhir.
Baca Juga:
Ledakan Besar Hantam Pusat Teheran Iran
Hingga kini, pencalonan tersebut belum memperoleh konfirmasi resmi dari otoritas terkait di Teheran.
Pada 2024, Ali Khamenei disebut telah mengisyaratkan nama Mojtaba sebagai calon penerus di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kondisi kesehatannya.
Majelis Ahli dilaporkan menggelar diskusi tertutup pada 26 September 2024 guna membahas isu suksesi tersebut di tengah dinamika politik internal.