Kondisi tersebut membuat lebih banyak pesawat harus menjalani perawatan intensif sehingga mengurangi jumlah unit yang siap tempur setiap saat.
Perawatan F-35 disebut jauh lebih rumit dibanding jet tempur konvensional karena teknisi tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga harus memulihkan karakteristik stealth pesawat.
Baca Juga:
Prestasi Gemilang Berakhir di Tahanan, Kasat Narkoba Kukar Ditangkap karena Narkoba
Laporan Reuters pada Desember 2025 menyebut tingkat kesiapan armada F-35 Amerika Serikat pada 2024 hanya sekitar 50 persen akibat persoalan maintenance dan sustainment.
Direktur pengembangan bisnis F-35 Lockheed Martin, Edward Smith, menegaskan pentingnya dukungan logistik yang memadai.
“To maintain a fleet at any given readiness level, you have to fully fund your supply system.”
Baca Juga:
Suami Wajib Cari Nafkah Digugat ke MK, Aturan Istri Urus Rumah Dipersoalkan
Senior fellow Stimson Center, Dan Grazier, juga menyoroti lapisan stealth sebagai salah satu faktor yang membuat perawatan F-35 sangat kompleks.
“Its stealth coating to evade radar detection requires a lot of maintenance.”
Program Joint Program Office F-35 pada Mei 2025 mengakui korosi menjadi tantangan serius bagi armada global dan tengah mengembangkan lapisan baru yang lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem.