Namun, keberadaan pasukan Israel di selatan Lebanon justru menjadi salah satu ganjalan utama dalam upaya menjaga kesepakatan antara AS dan Iran.
Dalam laporan tersebut, Israel disebut memandang kesepakatan Trump dengan Iran dapat membatasi ruang geraknya untuk menekan Hizbullah.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Tel Aviv juga khawatir kesepakatan itu dapat memperkuat posisi Iran yang selama ini menjadi musuh utamanya di kawasan.
Ketegangan antara pemerintahan Trump dan Netanyahu semakin terbuka setelah sejumlah pejabat AS mulai memberi peringatan keras kepada Israel.
Wakil Presiden AS JD Vance pada Kamis (18/6/2026) memperingatkan Israel agar tidak menjauh dari sekutu terkuatnya.
Baca Juga:
MK Soroti Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Harus Buktikan Komitmen Rollover
“Dia adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel pada saat ini,” kata Vance.
Pernyataan Vance itu merujuk kepada Trump yang disebutnya masih menjadi pemimpin dunia paling bersimpati kepada Israel.
Di sisi lain, Trump tetap mengaku memiliki hubungan baik dengan Netanyahu, meski beberapa kali melontarkan kritik terhadap cara Israel menjalankan perang.