Kesepakatan sementara antara Trump dan Iran ditandatangani dalam KTT G7 di Pegunungan Alpen, Perancis.
Kesepakatan itu mencakup sejumlah langkah, termasuk penghentian blokade laut oleh AS dan pembukaan kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Namun, kesepakatan tersebut menuai penolakan dari sejumlah kelompok pendukung Trump yang bersikap keras terhadap Iran.
Penolakan juga datang dari kalangan sayap kanan Israel yang menilai kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan Teheran.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengecam kesepakatan itu dengan pernyataan keras.
Baca Juga:
MK Soroti Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Harus Buktikan Komitmen Rollover
“Untuk setiap air mata satu orang ibu Israel, seribu ibu di Lebanon harus menangis,” kata Ben Gvir.
Ia bahkan menyerukan pendekatan perang yang lebih brutal terhadap Lebanon.
“Seluruh Lebanon harus terbakar!” ujar Ben Gvir.