Kesepakatan sementara antara Trump dan Iran ditandatangani dalam KTT G7 di Pegunungan Alpen, Perancis.
Kesepakatan itu mencakup sejumlah langkah, termasuk penghentian blokade laut oleh AS dan pembukaan kembali jalur pelayaran penting di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Roy Suryo Gugat Polda Rp206 Juta, Hakim Nyatakan Permohonan Tak Dapat Diterima
Namun, kesepakatan tersebut menuai penolakan dari sejumlah kelompok pendukung Trump yang bersikap keras terhadap Iran.
Penolakan juga datang dari kalangan sayap kanan Israel yang menilai kesepakatan tersebut terlalu menguntungkan Teheran.
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir mengecam kesepakatan itu dengan pernyataan keras.
Baca Juga:
Yurizal Meninggal Usai Keluhkan Layanan, DPR: Pasien BPJS Bukan Kelas Dua
“Untuk setiap air mata satu orang ibu Israel, seribu ibu di Lebanon harus menangis,” kata Ben Gvir.
Ia bahkan menyerukan pendekatan perang yang lebih brutal terhadap Lebanon.
“Seluruh Lebanon harus terbakar!” ujar Ben Gvir.