Badan Berita Nasional Lebanon melaporkan bahwa pesawat tempur dan drone Israel menyerang sejumlah titik di wilayah selatan Lebanon serta Lembah Bekaa.
Seorang pejabat militer Israel menyatakan bahwa Hizbullah telah meluncurkan lebih dari 50 proyektil ke arah pasukan Israel di Lebanon selatan pada malam sebelumnya.
Baca Juga:
Prancis Membara, 35 Wilayah Siaga Merah dan Suhu Tembus 41 Derajat Celsius
Israel kemudian membalas serangan tersebut dengan menggempur lokasi yang disebut sebagai target Hizbullah.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan Hizbullah merupakan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Secara terpisah, seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada Jumat (19/6/2026) pukul 16.00 waktu setempat.
Baca Juga:
MK Soroti Kuota Internet Hangus, Operator Seluler Harus Buktikan Komitmen Rollover
Namun, sebelum gencatan senjata berlaku, Badan Berita Nasional Lebanon melaporkan sedikitnya 31 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon.
Data resmi terbaru menyebut operasi militer Israel di Lebanon yang dimulai pada 2 Maret telah menewaskan 3.912 orang.
Serangan tersebut juga melukai 11.873 orang dan membuat lebih dari satu juta warga mengungsi.