Trump sejak lama memiliki pandangan yang kontradiktif soal dolar, memuji kekuatannya dalam negosiasi bilateral sekaligus menyoroti manfaat dolar lemah bagi sektor manufaktur.
“Saya adalah orang yang menyukai dolar yang kuat, tetapi dolar yang lemah membuat Anda menghasilkan lebih banyak uang,” katanya tahun lalu.
Baca Juga:
Prediksi Rupiah Menguat Jelang Pertemuan Trump dan Xi Jinping
Sejak pelantikan Trump, indeks Bloomberg untuk dolar AS telah merosot hampir 10% dan pasar semakin bertaruh pada pelemahan lanjutan mata uang tersebut.
Ekspektasi bullish terhadap mata uang lain kini mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan dan mendekati posisi yang terlihat setelah penerapan tarif pada April lalu.
Aktivitas perdagangan juga melonjak tajam, dengan perputaran melalui Depository Trust & Clearing Corporation pada Senin (26/1/2025) mencatat rekor tertinggi kedua sepanjang sejarah.
Baca Juga:
Polisi Ringkus Dukun Pengganda Uang di Kalibata, Dolar Palsu Dibuang ke Kloset
Pada Selasa (27/1/2025), Trump kembali memicu kontroversi dengan mengisyaratkan kemampuannya memengaruhi arah dolar secara langsung.
“Saya bisa membuatnya naik atau turun seperti yo-yo,” kata Trump.
Meski demikian, ia menyebut manipulasi tersebut sebagai hasil yang tidak menguntungkan dan menyamakan praktik itu dengan penciptaan lapangan kerja semu.