Konten itu juga mengulang tudingan palsu terhadap Dominion Voting Systems yang dituding mencuri suara pemilih, meski perusahaan tersebut telah memenangkan gugatan hukum terkait klaim serupa di masa lalu.
Menanggapi kontroversi awal, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt sempat meremehkan kemarahan publik dan menyebut kritik yang muncul sebagai reaksi berlebihan.
Baca Juga:
Trump Tak Puas Proposal Damai Iran, Sebut AS Punya Dua Opsi Akhiri Perang
“Tolong hentikan kemarahan palsu ini dan laporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini,” ujar Leavitt dalam pernyataan resmi kepada AFP.
Ia menjelaskan bahwa potongan video tersebut berasal dari meme internet yang menggambarkan Trump sebagai Raja Hutan, sementara Partai Demokrat disamakan dengan karakter dalam film The Lion King.
Namun, sekitar 12 jam setelah video itu diunggah, Gedung Putih mengubah nada pernyataannya dan menyebut unggahan tersebut sebagai sebuah kesalahan internal.
Baca Juga:
Pentagon Bongkar Biaya Perang AS di Iran Tembus Rp433,8 Triliun
“Seorang staf Gedung Putih secara keliru membuat unggahan tersebut, dan unggahan itu telah dihapus,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP.
Trump sendiri mengklaim tidak menyaksikan keseluruhan isi video sebelum konten tersebut dipublikasikan ke publik.
“Saya hanya melihat bagian pertama, dan saya tidak melihat keseluruhannya,” ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.