Pernyataan keras tersebut muncul setelah laporan media Amerika Serikat menyebutkan adanya informasi intelijen yang menunjukkan Iran diduga mulai memasang ranjau di Selat Hormuz.
Laporan tersebut mengutip sumber anonim yang menyebut aktivitas tersebut terdeteksi dalam perkembangan terbaru konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga:
Trump Sesumbar Sudah Menang, Tapi Bingung Menentukan Akhir Perang Iran
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena hampir seperlima pasokan minyak global melintas melalui wilayah tersebut.
Dalam situasi terkini, laporan menyebutkan lalu lintas kapal di jalur tersebut hampir berhenti total akibat meningkatnya risiko keamanan.
Di sisi lain, Gedung Putih memberikan klarifikasi mengenai situasi operasional Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Ditresnarkoba Polda Jambi Bagikan Takjil kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pengawalan militer terhadap kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.
Klarifikasi tersebut muncul setelah akun media sosial Menteri Energi Amerika Serikat sempat mengunggah klaim bahwa pengawalan telah dilakukan terhadap tanker minyak.
Unggahan tersebut kemudian dihapus sehingga memicu berbagai spekulasi mengenai situasi sebenarnya di lapangan.