Organisasi kesehatan dunia itu terpaksa memangkas sekitar setengah jajaran manajemennya serta mengurangi berbagai program kerja penting, termasuk memangkas anggaran di hampir seluruh sektor operasional.
Selama ini, Amerika Serikat merupakan kontributor dana terbesar WHO, dengan porsi sekitar 18 persen dari total pendanaan.
Baca Juga:
Ambisi Trump atas Greenland Mengingatkan Sejarah Panjang Ekspansi Wilayah Amerika Serikat
Akibat krisis ini, WHO juga berencana mengurangi sekitar seperempat jumlah stafnya hingga pertengahan tahun.
WHO menyatakan bahwa sepanjang setahun terakhir pihaknya masih menjalin kerja sama dan berbagi informasi dengan Amerika Serikat.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai bentuk hubungan dan koordinasi yang akan berlangsung setelah penarikan resmi tersebut.
Baca Juga:
Greenland Jadi Sorotan Dunia, Putin Tuduh Denmark Bertindak Kolonial
Para pakar kesehatan global memperingatkan bahwa keputusan ini membawa risiko besar, tidak hanya bagi WHO, tetapi juga bagi keamanan kesehatan Amerika Serikat dan dunia secara keseluruhan.
"Penarikan AS dari WHO dapat melemahkan sistem dan kolaborasi yang selama ini menjadi andalan dunia untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons ancaman kesehatan," kata Kelly Henning, pimpinan program kesehatan publik di Bloomberg Philanthropies, sebuah lembaga nirlaba berbasis di Amerika Serikat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.