Penilaian intelijen Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa rezim Iran kemungkinan masih mampu bertahan meski berada di bawah tekanan militer dan ekonomi.
Di sisi lain, konflik bersenjata terus berlanjut dengan dampak yang semakin luas.
Baca Juga:
Remaja Putri di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp5 Juta
Sejak Jumat (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Iran yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke Israel serta sejumlah lokasi yang menampung aset militer Amerika Serikat di kawasan.
Serangan balasan tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan sektor penerbangan.
Baca Juga:
Polisi Buka Peluang Jerat Taufik Hidayat dengan Kasus Baru
Situasi ini memperlihatkan bahwa meski memiliki tujuan yang sama, yakni menekan Iran, Amerika Serikat dan Israel kini berjalan dengan strategi dan tingkat risiko yang berbeda.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.