Uni Eropa juga mengusulkan pelarangan impor garam, amonia, batu kerikil, silikon, dan kulit bulu atau furskins sebagai bagian dari perluasan pembatasan perdagangan.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, sebelumnya menyatakan bahwa paket tersebut mencakup pembatasan sektoral dan pergeseran dari skema batas harga minyak yang disepakati negara-negara G7 menuju larangan penuh layanan maritim untuk minyak mentah Rusia.
Baca Juga:
Korupsi Tak Terbendung, Gen Z Jatuhkan Pemimpin Bulgaria
Proposal itu juga memperkenalkan penggunaan alat anti-penghindaran atau anti-circumvention tool terhadap negara ketiga untuk pertama kalinya dalam rezim sanksi Uni Eropa.
Pembatasan baru turut melarang penjualan mesin pemotong logam serta mesin komunikasi untuk transmisi suara, gambar, dan data seperti modem dan router ke Kyrgyzstan.
Uni Eropa juga mengusulkan penambahan dua bank Kyrgyzstan, yakni Keremet dan OJSC Capital Bank of Central Asia, ke dalam daftar sanksi karena menyediakan layanan aset kripto kepada Rusia, serta memasukkan bank di Laos dan Tajikistan dalam skema pembatasan yang sama.
Baca Juga:
Indonesia Sesalkan Langkah Banding UE dalam Sengketa DS616
Apabila disetujui, bank-bank tersebut akan dilarang bertransaksi dengan individu maupun perusahaan di Uni Eropa.
Di sisi lain, dua pemberi pinjaman asal China diusulkan untuk dihapus dari daftar sanksi dalam penyesuaian terbaru tersebut.
Dalam kerangka sanksi yang mencakup pembekuan aset dan larangan perjalanan, EEAS juga mengusulkan penambahan 30 individu dan 64 perusahaan, termasuk Bashneft yang merupakan anak perusahaan terdaftar dari raksasa minyak Rusia Rosneft serta delapan kilang Rusia di antaranya dua kilang besar yang dikendalikan Rosneft di Tuapse dan Syzran.