Studi dari berbagai lembaga kesehatan menyimpulkan bahwa orang dewasa membutuhkan tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam. Kurang tidur membuat otak gagal membersihkan beta-amyloid, protein yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer.
Sebaliknya, tidur cukup membantu proses konsolidasi memori, yakni pemindahan informasi penting dari ingatan jangka pendek ke jangka panjang.
Baca Juga:
Menguak Mitos Kolesterol Udang dan Segudang Manfaatnya untuk Kesehatan
3. Tidur dalam Kondisi Gelap dan Sunyi
Paparan cahaya, terutama cahaya biru dari gawai, menghambat produksi melatonin yang berperan penting dalam kualitas tidur.
Riset menunjukkan bahwa tidur di ruangan gelap dan minim suara membantu otak mencapai fase tidur dalam (deep sleep) lebih optimal. Fase ini sangat penting untuk regenerasi sel otak dan pemulihan fungsi mental.
Baca Juga:
Dibalik Kepergian Ozzy Osbourne, Ini Fakta tentang Penyakit Parkinson
4. Posisi Tidur Menyamping Lebih Baik untuk Otak
Sejumlah penelitian menemukan bahwa tidur menyamping membantu sistem glimfatik otak bekerja lebih efisien. Sistem ini berfungsi membuang limbah metabolik dari otak, termasuk zat beracun yang berpotensi merusak sel saraf.
Tidur menyamping, terutama ke kiri, dinilai lebih efektif dibanding tidur telentang atau tengkurap dalam mendukung proses pembersihan otak.