Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat bandara Goma telah ditutup total sejak milisi M23 merebut kendali kota. Garis depan pertempuran yang memisahkan kelompok anti-pemerintah dan pasukan militer Kongo saat ini membentang membelah wilayah Provinsi Kivu Utara dan Kivu Selatan.
Kepala Delegasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di DRC, Francois Moreillon, menegaskan bahwa faktor stabilitas keamanan menjadi tantangan paling berat dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke zona merah. Pihaknya meminta komitmen dari seluruh faksi bersenjata demi kelancaran misi penyelamatan darurat.
Baca Juga:
WHO Beri Peringatan Serius Umumkan Darurat Global Baru, Virus Ebola Mengintai Dunia
"Akses kemanusiaan dan koordinasi di antara berbagai pemangku kepentingan, khususnya pihak-pihak yang bertikai dalam konflik, bisa menjadi salah satu tantangan terbesar untuk respons penanganan ini," pungkas Moreillon pada Senin.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.