Ia mempertanyakan sejauh mana langkah konkret pemerintah pusat maupun daerah dalam melakukan intervensi terhadap rumah-rumah warga miskin di Kota Medan, khususnya masyarakat dalam kategori desil 1 hingga 4.
“Biasanya TBC itu karena rumahnya lembab, sanitasinya kurang, dan sebagainya. Saya juga menanyakan, berapa rumah miskin desil 1 sampai 4 di Kota Medan yang diintervensi melalui program Kemenkes untuk direnovasi,” kata Achmad.
Baca Juga:
Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV
Menurut Achmad, program renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik semata, tetapi juga merupakan bagian penting dari strategi kesehatan masyarakat.
Perbaikan sanitasi, sirkulasi udara, dan kualitas lingkungan dinilai menjadi langkah mendasar untuk memutus mata rantai penularan TBC dari sumber utamanya.
Sorotan yang disampaikan Achmad Ru’yat menjadi pengingat bahwa penanganan penyakit menular memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan lintas sektor.
Baca Juga:
Benarkah HIV Menular Lewat Nyamuk dan Sentuhan? Ini Penjelasan Lengkapnya
Upaya pengobatan harus diiringi dengan pengawasan distribusi obat, edukasi perilaku hidup sehat, penguatan ketahanan keluarga, hingga peningkatan kualitas sanitasi dan hunian masyarakat agar target eliminasi TBC dan HIV/AIDS dapat tercapai secara maksimal.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.